Sporty Magazine official website | Members area : Register | Sign in

Kekalahan Dramatis

Sabtu, 27 November 2010

Persebaya vs PSBI 0-1
 
Laga Persebaya di Divisi Utama Liga Ti-Phone harus berakhir dengan kekalahan setelah di kandang sendiri harus menyerah di tangan PSBI Blitar 0-1 setelah penalti Jan Jiho di menit 90' menjadi gol satu-satunya di pertandingan sore tadi. Persebaya sempat mendapat hadiah penalti  di menit 87' setelah pemain asing Orock dilanggar di kotak terlarang. Sayang eksekusi yang diambil Orock tidak dapat diselesaikan dengan sempurna tendangannya melenceng di atas mistar Ngadiono. Justru di menit-menit akhir M Arifin yang dijatuhkan pemain Persebaya menjadi akhir dari perlawanan Persebaya. Penalti Jan Jiho diselesaikan dengan baik sehingga merubah kedudukan menjadi 0-1.

Pra Musim

Rabu, 18 Agustus 2010

Mulai Bersiap Piala Gubernur
SEOLAH melupakan problem finansial yang terjadi, sejumlah pemain Persebaya dijadwalkan kembali merapat. Tapi, mereka belum berada pada tataran akan membela Persebaya di pentas Liga Indonesia. Sore ini sejumlah awak Persebaya dijadwalkan kembali latihan sebagai persiapan menuju Piala Gubernur IX mulai Sabtu (21/8).

Hingga kemarin (17/8) pelatih sementara Persebaya Ahmad Rosyidin dan Yusuf Money terus mendata pemain yang bakal menjadi kekuatan Persebaya di ajang tersebut. Sejauh ini mereka telah meletakkan sejumlah nama dari sejumlah unsur di lingkup Pengcab PSSI Surabaya. Mulai mantan pemain Persebaya, Persebaya U-21 serta Surabaya Muda (SM) yang berhasil naik kasta ke Divisi II. Di antaranya, Mat Halil, Taufiq, Andik Vermansah, hingga pemain belia seperti Fastabiqul Khoirot dan Adityo Akbar.

Ahmad menyatakan, sebelumnya manajemen Persebaya mengarahkan bahwa PG IX dijadikan sebagai ajang pemantapan pemain muda dan seleksi pemain. Karena itu, Persebaya tidak akan mematok target muluk di even tahunan tersebut. ''Jadi, kami harap, pendukung Persebaya mengerti hal itu,'' tutur dia.

Meski hanya menangani tim seleksi Persebaya, Ahmad menyatakan bahwa semua awak tim harus serius di ajang tersebut. Selain membawa nama besar Persebaya, mereka akan bermain di hadapan pendukung fanatik Persebaya.

Tapi, terkait dengan kekuatan Persebaya di PG IX, Ahmad belum bisa banyak berkomentar. Pelatih yang juga anggota TNI tersebut menyatakan ingin melihat komposisi pemain yang hadir terlebih dulu. ''Kami ingin melihat para pemain yang datang dulu. Kalau sudah lengkap, baru saya menjalankan program latihan,'' tegasnya.

Karena itu, Ahmad berharap, minimal 20 pemain menghadiri latihan tersebut. Meski sudah mendata sejumlah pemain, Ahmad memang tidak bisa memastikan kehadiran pemain-pemain yang diinginkan. Khususnya para mantan pemain Persebaya. Sebab, sejumlah pemain Green Force mulai bergabung dengan tim lain.

Sebut saja Satrio Syam dan Djayusman Triasdi yang merapat ke PSM Makassar. Striker Korinus Fingkreuw dikabarkan menyusul dua rekannya tersebut. Pemain lain, seperti Andi Oddang dan Supriyono, juga dikabarkan sedang didekati sejumlah klub. Belum lagi Anang Ma'ruf yang merapat ke Deltras.

Meski demikian, ada sejumlah mantan pemain yang dikabarkan akan bergabung dalam latihan tersebut. Di antaranya, gelandang Fachrudin yang bergabung bersama Persebaya di Divisi Utama 2008-2009 serta gelandang Josh Maguire di putaran pertama Indonesia Super League 2009-2010.

Transfer Pemain

Selasa, 17 Agustus 2010


Anang Resmi, Bejo Sebentar Lagi
SIDOARJO - Ambisi Delta Putra Sidoarjo (Deltras) untuk merebut mantan pemain Persebaya Surabaya bukan isapan jempol. Tim yang baru promosi ke Indonesia Super League (ISL) itu berhasil memboyong pilar gaek Persebaya Anang Ma'ruf. ''Dia (Anang, Red) sudah pasti bergabung bersama kami. Itu setelah kontraknya bersama Persebaya berakhir,'' jelas Penanggung Jawab Deltras Vigit Waluyo di Gelora Delta Sidoarjo kemarin (16/8).

Menurut dia, masuknya pemain 34 tahun itu berdasar pantauan manajemen. Artinya, lanjut Vigit, Anang tidak perlu ikut seleksi layaknya pemain lain yang kualitasnya belum terbukti di kompetisi ISL.

''Dia langsung latihan setelah melengkapi kontrak dengan kami. Mungkin kami juga akan menerapkan hal yang sama bagi mereka yang punya kualitas bagus,'' papar ayah dua anak tersebut.

Dengan begitu, bek yang pernah digembleng di Italia bersama Primavera itu langsung merumput bersama Feri Aman Saragih dkk dalam latihan di Gelora Delta Sidoarjo kemarin sore. Sayang, Vigit tidak bersedia untuk membeberkan nilai kontrak yang diberikan kepada Anang. ''Yang itu, jangan dulu ah,'' ucap dia. Deltras juga melirik mantan pemain belakang Persidafon Dafonsoro Bejo Sugiantoro. Menurut rencana, pemain 33 tahun itu mulai berlatih dengan Deltras dalam waktu dekat.

Di sisi lain, pelatih Deltras Nus Yadera mengatakan, meski usia Anang tidak muda lagi, kualitasnya masih layak untuk membela Deltras. ''Bukan lihat dari usianya, tapi dari pengalaman dia. Saya optimistis, kehadiran dia mampu memberikan kontribusi besar kepada tim,'' harap dia.

Soal Pembayaran Gaji Pemain


Bisa Lapor ke Polisi

SURABAYA - Rencana mantan awak Persebaya mengajukan persoalan molornya pembayaran hak mereka kepada Wali Kota Surabaya Bambang D.H. urung dilakukan. Sebagai ganti, pelatih Rudy William Keltjes beserta empat pemain berusaha menemui Ketua DPRD Surabaya Wishnu Wardhana dan Ketua KONI Surabaya Heroe Poernomosidi.

Empat pemain tersebut adalah Taufiq, Wijay, Deni Marcel, dan Korinus Fingkreuw. Rudy tak menyebutkan alasan perubahan rencana tersebut. Tapi, yang pasti, Bambang selaku orang nomor satu di Surabaya sibuk dalam rapat paripurna di DPRD Surabaya kemarin (16/8). Meski menyambangi gedung dewan, awak Green Force -julukan Persebaya- itu tak juga mendapatkan solusi.

Sebab, Wishnu pun sibuk dalam rapat paripurna tersebut. Selanjutnya, rombongan pelatih dan pemain menghadap Heroe. Sayang, upaya itu pun tak membuahkan solusi yang jelas.

"KONI memang orang tua masyarakat olahraga Surabaya, termasuk Persebaya. Tapi, khusus masalah penyelesaian gaji seperti itu bukan tanggung jawab KONI, melainkan Pengcab PSSI Surabaya," ungkap dia.

Di sisi lain, Heroe menyatakan bahwa dana APBD Surabaya yang disalurkan melalui KONI ditujukan untuk Pengcab PSSI Surabaya. Karena itu, dia menyarankan persoalan alotnya pencairan dua bulan gaji dan 25 persen kontrak tersebut dibicarakan dengan Ketua Pengcab PSSI Surabaya Saleh Ismail Mukadar.

"Sasaran anggaran itu bukan Persebaya, melainkan PSSI Surabaya," lanjut dia.

Mendengar penjelasan tersebut, Rudy menyatakan tak bisa lagi berbuat banyak. Dia tak bisa membendung kekecewaan para pemain.

"Sekalipun pemain mendesak melapor kepada polisi, saya bisa apa?" katanya.

Rudy menyarankan Saleh dan Wishnu berunding untuk segera menyelesaikan pencairan dana tersebut. Bahkan, dia menyebut keduanya bisa menjadi kekuatan Persebaya musim mendatang jika bersatu.

"Mungkin pelatih musim depan bukan saya. Tapi, jika itu terjadi, mereka bisa membuat bangga masyarakat Surabaya seperti saya," ujarnya.

Di sisi lain, Rudy mengakui bahwa kondisi finansial Persebaya yang karut-marut tersebut bisa menjadi pertimbangan pemain untuk bergabung. Namun, dia tak bisa berkomentar banyak tentang kabar hengkangnya sejumlah pemain Persebaya. Salah satunya adalah rumor kepindahan Anang Ma'ruf ke Deltras Sidoarjo.

"Pemain pasti mencari ketenangan untuk kehidupan keluarga," ujar dia.

Gaji Pemain

Kamis, 12 Agustus 2010

Dana Tunggakan Belum Bisa Cair
RASA gundah pemain Persebaya karena belum mendapatkan sisa hak yang tertunggak masih berlanjut. Sebab, dana yang dijanjikan cair kemarin (11/8) tersebut gagal diberikan. Seperti kabar sebelumnya, manajemen Persebaya menjanjikan hak-hak pemain yang tertunggak itu dicairkan kemarin.

Maklum, hingga kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2009-2010 selesai, 25 persen sisa kontrak dan gaji dua bulan para pemain belum terbayar. Hendri Suhariyanto, bendahara Persebaya, menyatakan bahwa dana untuk membayar tunggakan itu belum bisa dicairkan.

"Masih ada masalah dengan bank. Lagi pula, penarikan lebih dari Rp 100 juta memang tidak bisa langsung, harus melalui perizinan satu hari sebelumnya," papar Hendri.

Karena itu, sejumlah awak tim tak bisa menyembuyikan kekecewaan. Beberapa pemain lesu setelah menunggu beberapa jam. Begitu juga dua pemain asing asal Cile, Marcello Cirelli dan Patricio "Pato" Morales, yang sebelumnya betah menunggu di ruang sekretariat.

Namun, Hendri menyatakan sudah menjelaskan persoalan tersebut kepada para pemain. "Tadi saya memberikan pengertian kepada pemain bahwa hari ini (kemarin, Red) tidak bisa dicairkan. Baru besok saya bisa menyelesaikannya," ucap dia.

Sebelum berangkat umrah, Ketua Umum Persebaya Saleh Ismail Mukadar kemarin membuka suara bahwa dirinya mendapatkan pinjaman dari Wakil Ketua KONI Jatim La Nyalla Mattalitti. Namun, Saleh menegaskan bahwa bantuan tersebut bersifat pribadi.

Hal itu, menurut Saleh, dilakukan karena La Nyalla iba atas krisis keuangan Persebaya. Ke depan, Saleh berharap sosok La Nyalla bisa berkecimpung secara langsung di Persebaya. Secara tidak langsung, hal tersebut memunculkan anggapan bahwa posisi manajer Persebaya bisa saja dijabat La Nyalla.

Tapi, tentu saja hal tersebut belum bisa dipastikan. Sebab, di sisi lain, Saleh menyatakan telah menawarkan jabatan manajer kepada Wishnu Wardhana, ketua DPRD Surabaya.

"Selain itu, teman-teman sudah menawarkan jabatan manajer Persebaya kepada Pak Wishnu kalau memang benar-benar ingin mengabdi ke sepak bola Surabaya. Ketika Surabaya butuh sosok manajer seperti sekarang, seharusnya Pak Wishnu bersedia," jelasnya. Sayang, Wishnu belum bisa dikonfirmasi.

Nasib Pemain

Klub Tetangga Siap Menampung
PARA pemain Persebaya bisa tenang. Tim tetangga, Delta Putra Sidoarjo (Deltras), siap menampung mereka. Apalagi, posisi The Lobster, julukan Deltras, adalah tim Indonesia Super League (ISL), yang musim depan tak ditempati lagi oleh Mat Halil dkk.

''Kalau ada dari mereka (Persebaya, Red) yang ingin bergabung, kami akan memberikan kesempatan kepada mereka,'' ungkap Nus Yadera, pelatih Deltras, kemarin (11/8).

Alasannya, para pemain Green Force sudah berpengalaman di ajang ISL. Ya, sehari sebelum Ramadan (10/8), manajemen Persebaya secara resmi membubarkan timnya.

''Lagian, kualitas mereka selama berlaga di ISL tidak jelek-jelek amat. Paling tidak, kehadiran mereka bisa membantu Deltras untuk meraih prestasi terbaik di ISL,'' cetus pelatih berdarah Maluku itu.

Bagi Nus, ada beberapa pemain Persebaya yang dianggap masih layak berlaga ISL. Mereka, tambahnya, antara lain Andik Vermansyah, Taufiq, serta Sunaji.

''Tapi, kalau ada yang mau bergabung lebih dari itu juga lebih bagus. Sebab, kami butuh 4-5 pemain yang punya pengalaman di ISL,'' jelas mantan pelatih Mitra Kutai Kartanegara (Kukar) tersebut.

Manajemen Deltras juga pernah mengatakan bahwa ada beberapa pemain Persebaya yang melakukan kesepakatan untuk bergabung dengan The Lobster.

Sementara itu, para penggawa lama Deltras berharap sisa kontrak mereka bersama Deltras bisa terbayarkan. Apalagi, kabarnya, Deltras akan menerima anggaran Rp 6,5 miliar dari Pemkab Sidoarjo.

''Kata Bos (Vigit Waluyo, Red), sisa kontrak kami akan dilunasi setelah anggaran dari pemkab cair. Semoga saja seperti itu,'' ungkap salah satu pemain Deltras yang tidak mau identitasnya dikorankan.

Menurut dia, sisa kontrak tersebut sangat penting bagi pemain. Sebab, kebutuhan pokok keluarga di rumah juga sangat mendesak menjelang Ramadan. Kata sumber tersebut, rata-rata sisa kontrak pemain yang belum dibayar Rp 20 juta - Rp 30 juta.

Status Persebaya Musim 2010-2011


Tunggu Tindakan Komdis
 


JAKARTA - Manajemen Persebaya melaporkan PT Liga Indonesia (PT LI) kepada Komisi Disiplin (Komdis) PSSI. Mereka merasa "dikerjai" ketika penyelenggara kompetisi profesional itu tetap menggelar laga ulang kontra Persik Kediri.

Meski begitu, Persebaya juga terancam sanksi dari komdis. Versi PT LI, setelah skuad Green Force, julukan Persebaya, menolak bertanding melawan Persik di Gelora Sriwijaya, Jakabaring, Palembang, pada Minggu lalu (8/8), sesuai manual liga, secara otomatis Persebaya kalah 0-3. Selain itu, Persebaya terancam sanksi dari komdis karena dianggap mogok bertanding.

"Bagi kami, pertandingan ini sama sekali tidak ada bedanya dengan 33 pertandingan lain. Berdasar laporan dari pengawas pertandingan (PP), pertandingan tetap dilangsungkan meski Persebaya tidak datang. Dengan begitu, kemenangan diberikan kepada Persik Kediri dengan skor 3-0. Terkait dengan sanksi tambahan, itu urusan Komdis PSSI," kata Joko Driyono, CEO PT LI, kemarin (11/8).

Persebaya punya catatan pahit berurusan dengan komdis karena kasus pemogokan. Pada Liga Indonesia musim 2002, Persebaya mogok tanding saat menghadapi PKT Bontang dan diskors pengurangan nilai. Kejadian itu menjadi salah satu penyebab terdegradasinya Persebaya ke Divisi I.

Tiga tahun kemudian (2005), Persebaya menggemparkan publik sepak bola nasional saat mengundurkan diri pada babak delapan besar sehingga memupuskan harapan PSIS dan PSM untuk lolos ke final. Atas kejadian tersebut, Persebaya diskors 16 bulan tidak boleh mengikuti kompetisi Liga Indonesia. Namun, skors direvisi menjadi hukuman degradasi ke Divisi I Liga Indonesia.

Apakah sanksi berat akan kembali dijatuhkan kepada Persebaya oleh komdis. Sangat disayangkan, sampai saat ini komdis masih diam. Komisi pimpinan Hinca Pandjaitan itu sama sekali tidak mau berkomentar terkait kasus Persik-Persebaya. SMS (layanan pesan singkat) koran ini kepada Hinca juga tidak berbalas. Padahal, komdis sangat berkepentingan dalam masalah ini.

Kali terakhir aksi komdis terkait kasus Persik dan Persebaya adalah memberi Samsul Ashar, ketua umum Persik, peringatan keras karena menandatangani permohonan banding Persik Kediri yang seharusnya tidak boleh mengajukan banding. Komdis juga mendenda Persik Kediri Rp 30 juta karena mengajukan permohonan banding. Keputusan itu dikeluarkan komdis setelah melakukan sidang ke-23 pada 7 Juni lalu. "Saya rasa apa yang terjadi saat ini dengan 2005 lalu background-nya berbeda. Tapi, sekali lagi semuanya menjadi urusan komdis," papar Joko Driyono.

Sementara itu, dengan keberhasilan Pelita Jaya mengalahkan Persiram Raja Ampat di babak playoff, saat ini sudah komplet komposisi 18 tim yang berlaga di Indonesia Super League ( ISL) musim 2010-2011. PT LI menjadwalkan kickoff ISL musim 2010-2011 pada 18 September 2010.

Persebaya 2009/2010, Finish.

Rabu, 11 Agustus 2010

Bayar dengan Dana Utangan
SURABAYA - Skuad Persebaya yang berkiprah di Indonesia Super League (ISL) musim 2009-2010 lalu akhirnya dibubarkan. Pembubaran itu ditandai dengan pertemuan di sebuah rumah makan di Surabaya tadi malam (10/8).

Dalam agenda tersebut, mayoritas awak Green Force -julukan Persebaya- hadir. Selain saling bermaafan sebagai penutup kerja sama selama semusim, pengurus berbicara tentang tanggungan kepada pemain yang belum terlunasi.

Ketua Pengcab PSSI Surabaya Saleh Ismail Mukadar mengaku telah berupaya keras untuk memenuhi kewajiban pengurus terhadap pemain. Namun, Saleh tak bisa menjamin bisa menutup seluruh kewajiban kepada pemain. Maklum, pemenuhan kewajiban itu dilakukan dengan dana utangan yang Saleh sendiri belum mengetahui jumlah persisnya.

''Terus terang, kami mencari dana talangan dengan cara berutang. Saat ini ada dua pihak yang mau meminjami saya untuk memenuhi kewajiban tersebut. Kalau keduanya meminjami, sebagian besar kewajiban bisa terpenuhi. Tapi kalau tenyata hanya satu pihak saja, minimal hanya kasbon,'' bebernya.

Oleh sebab itu, salah satu kiper Persebaya, Deny Marcel, mempertanyakan kejelasan 25 persen dari nilai kontrak yang belum terbayar. Namun, Saleh tak menjamin itu bisa terbayar.

''Doakan saja besok (hari ini, Red) dua pihak itu bisa memberikan dananya kepada saya,'' harapnya.

Sebenarnya, bukan hanya pada akhir musim ini Persebaya pontang panting mencari utangan. Pada akhir kompetisi 2008-2009 lalu, Persebaya juga mengalami hal yang sama.

''Utang pada musim lalu sebenarnya juga belum lunas, sekarang sudah ditambah lagi. Kami selama ini menjalani kompetisi juga dengan talangan,'' ungkapnya.

Saleh memang tak menyebut angka pasti utang Persebaya sampai detik ini. Dia hanya menyatakan bahwa utang Persebaya sudah sekitar Rp 5 miliar. Namun, dia optimistis pihaknya bisa membayar utang tersebut.

Good Bye ISL

Senin, 09 Agustus 2010

Persebaya Sukses Degradasi
Pelita Playoff Lawan Persiram

JAKARTA - Sekuat-kuatnya melawan, Persebaya Surabaya akhirnya kalah. Tim kebanggaan arek-arek Suroboyo itu pun terdepak dari ajang Indonesia Super League (ISL). Kepastian terdegradasinya Persebaya didapat setelah mereka tidak nongol dalam pertandingan melawan Persik Kediri yang oleh PT Liga Indonesia dipindah ke Gelora Jakabaring, Palembang.

Persebaya pun dinyatakan kalah WO dengan skor 0-3. Sebaliknya, Persik dinyatakan menang 3-0. Meski menang dan datang ke pertandingan, Persik tetap gigit jari. Tim berjuluk Macan Putih itu juga terdegradasi.

Tiga tim peringkat bawah ISL memang harus turun kasta. Selain Persebaya dan Persik, satu lainnya adalah Persitara Jakarta Utara. Posisi mereka digantikan oleh Persibo Bojonegoro (juara Divisi Utama) dan Deltras (runner-up). Nah, satu tiket lainnya diperebutkan lewat playoff Pelita Jaya (peringkat ke-15 ISL) melawan Persiram Raja Ampat (peringkat keempat Divisi Utama).

Tidak hanya terdegradasi, Persebaya terancam sanksi tambahan. ''Pertandingan ini sama sekali tidak ada bedanya dengan 33 pertandingan lainnya. Berdasar laporan dari pengawas pertandingan, laga tetap dilangsungkan meskipun Persebaya tidak datang. Dengan begitu, kemenangan diberikan kepada Persik Kediri dengan skor 3-0,'' kata Joko Driyono, CEO PT Liga Indonesia (LI).

Menurut Joko, pemberian kemenangan WO untuk Persik itu sesuai dengan aturan FIFA. Yakni, tim tersebut tetap hadir ke lapangan sesuai dengan jadwal pertandingan, sedangkan lawannya menolak bertanding. ''Sesuai dengan aturan, setelah 15 menit ditunggu dan tetap tidak hadir, Persebaya dinyatakan kalah WO,'' terangnya.

Persebaya juga terancam sanksi. Hanya, itu bukan lagi kewenangan PT LI. Menurut Joko, sanksi tersebut bisa saja ada, bergantung kepada keputusan Komisi Disiplin (komdis) PSSI. ''Kalau ada sanksi lain, itu akan diputuskan komdis,'' kata mantan manajer Pelita Jaya tersebut.

Terkait dengan gagalnya pertandingan di Stadion Brawijaya, Kediri, pada Kamis lalu (5/8), Joko menilai sebaliknya. Menurut dia, berdasar laporan pengawas pertandingan, yang terjadi saat itu adalah pembatalan pertandingan.

''Sama sekali tidak ada unsur kegagalan melakukan pertandingan di Kediri. Karena pertandingan belum terlaksana, makanya harus segera dilaksanakan,'' cetusnya. Atas dasar itu, PT LI memutuskan laga Persik versus Persebaya harus dihelat di Palembang kemarin.

Di tempat terpisah, Ketua Umum PSSI Nurdin Halid membantah tudingan adanya skenario mendepak Persebaya dari pentas ISL. ''Itu sama sekali tidak benar. Saya sudah instruksikan kepada semua institusi untuk lakukan tugasnya sesuai dengan aturan,'' kata Nurdin kepada Jawa Pos.

''Untuk kasus Persik melawan Persebaya, itu adalah keputusan dari komisi banding. Di atas itu kan sebetunya masih ada yang namanya peninjauan kembali yang menjadi hak ketua umum. Tapi, Persebaya tidak pernah berupaya untuk menempuhnya. Jadi, laga di Palembang itu memang sesuai dengan aturan yang berlaku,'' terang mantan terpidana kasus korupsi tersebut.

Setelah Persebaya terdegradasi, yang diuntungkan adalah Pelita Jaya. Mereka kini nangkring di peringkat ke-15 klasemen akhir ISL dan berhak melakoni playoff melawan Persiram Raja Ampat, tim peringkat keempat Divisi Utama.

''Posisi kami tidak enak. Kami lolos playoff karena bergantung dari hasil tim lain yang kita tahu sendiri bagaimana ceritanya. Kami berempati baik kepada Persebaya maupun Persik,'' kata Lalu Mara, manajer Pelita Jaya, ketika dihubungi tadi malam.

Meski lolos playoff, menurut Lalu Mara, timnya tidak bisa melakukan persiapan secara maksimal. Beberapa pemain sudah meninggalkan tim. Skuad Pelita yang ada pun menjadi ala kadarnya.

''Kami sudah berusaha menghubungi mereka, tapi belum berhasil. Kami akan berupaya untuk tetap berangkat playoff meski dengan tim yang tidak komplet,'' paparnya.

PIALA INDONESIA

Selasa, 03 Agustus 2010

Kalah Agregat, Persebaya gagal ke Semifinal

Second Leg Piala Indonesia sepi penonton

Pertandingan leg kedua Babak 8 besar Piala Indonesia 2010 antara Persebaya Surabaya vs Sriwijaya FC berakhir dengan skor 1-0 buat kemenangan Persebaya Surabaya.
Namun, Sriwijaya FC yang berhak lolos kebabak semifinal Piala Indonesia 2010 setelah mampu unggul dengan agregat 2-1. Pada leg pertama, Sriwijaya FC mampu mengalahkan Persebaya dengan skor 2-0
Dengan kemenangan ini, Sriwijaya FC akan bertemu dengan Persipura Jayapura di babak semifinal Piala Indonesia 2010. Dimana sebelumnya, Persipura mampu mengalahkan Pelita Jaya dengan keunggulan agregat 7-1.
Bertanding di Stadion Gelora 10 Nopember 2010, Selasa 20 Juli 2010, Persebaya sebenarnya langsung tampil agresif. Pertandingan baru berjalan enam menit, Takatoshi Uchida sempat mengancam gawang Ferry Rotinsulu. Sayangnya, tandukan bek asal Jepang ini saat memanfaatkan bola hasil sepak pojok masih melebar tipis dari tiang kiri gawang Sriwijaya.
Pada menit 17, Sriwijaya balik mengancam gawang Persebaya yang dikawal Syaifuddin. Setelah tembakan jarak jauh Zah Rahan nyaris menaklukkan Syaifuddin, selanjutnya beberapa menit kemudian, striker Sriwijaya Paul Solomin juga gagal memanfaatkan bola umpan Keith Kayamba. Bola silang umpan Kayamba di mulut gawang Persebaya gagal disambar Solomin yang sebenarnya tinggal mencocor bola.
Di akhir babak pertama, Persebaya sempat berpeluang unggul andai tendangan bebas Patricio ‘Pato’ Morales tak digagalkan aksi terbang Ferry Rotinsulu. Alhasil hingga turun minum skor kaca mata tak berubah.
Pada babak kedua, Persebaya kembali tampil menyerang. Pada menit 52, tim besutan Rudy Keltjes berpeluang unggul andai tendangan keras John Tarkpor tak melebar di atas mistar Ferry.
Namun Persebaya harus menunggu hingga menit 88 untuk mampu menjebol gawang tim besutan Rahmad Darmawan ini. Berawal dari pelanggaran Percious Emuejeraye kepada pemain pengganti Andik Firmansya, wasit langsung menunjuk titik putih. Kapten Bajul Ijo, Marcelo Cirelli dengan tenang menaklukkan Ferry lewat sepakan kaki kirinya.
Keunggulan 1-0 ini langsung menyulut semangat pemain Persebaya. Namun hingga peluit tanda berakhirnya pertandingan dibunyikan skor tak berubah. Satu tiket semifinal menjadi milik Laskar Wong Kito.

PIALA INDONESIA

Selasa, 20 Juli 2010



Bukan Pekerjaan Mudah
Green Force Harus Menang Selisih Dua Gol

SURABAYA - Posisi Persebaya terjepit. Green Force (julukan Persebaya) dituntut menang lebih dari dua gol saat menghadapi tim bertabur bintang Sriwijaya FC Palembang dalam second leg babak delapan besar Piala Indonesia 2010 di Gelora 10 Nopember, Surabaya, sore ini (siaran langsung RCTI 15.30 WIB).

Jika kalah, sudah sepantasnya Mat Halil dkk meminta maaf kepada para pendukung Persebaya. Sebab, kegagalan di Piala Indonesia akan semakin menggenapi hasil buruk mereka di Indonesia Super League (ISL) musim ini. Target papan atas ISL yang dicanangkan manajemen pada awal musim ternyata hanya berwujud posisi kritis antara degradasi dan playoff.

Di sisi lain, peluang Persebaya melenggang ke semifinal Piala Indonesia cukup kecil. Dalam first leg babak delapan besar, mereka kalah 0-2 di kandang Sriwijaya (16/7). Karena itu, Persebaya dituntut menang lebih dari dua gol untuk bisa melenggang ke semifinal.

Pelatih Persebaya Rudy William Keltjes mengakui, timnya menghadapi tantangan berat. Itu tak lepas dari sejumlah fakta yang berpotensi menurunkan mental Persebaya. Selain keterlambatan gaji pemain, mental para pemain berpotensi jatuh seiring kekalahan di first leg.

"Memang, ada keterlambatan gaji dan kekalahan di first leg yang bisa menurunkan mental. Tapi, kami akan berupaya maksimal agar bisa lolos," tutur Rudy kemarin (19/7).

Sebagai seorang mantan pemain, dia mengakui persoalan semacam itu bisa mengganggu konsentrasi timnya. Namun, mantan pelatih PSS Sleman dan PSMS Medan itu ingin anak asuhnya fokus dalam pertandingan. Rudy sudah berupaya membakar semangat pemain untuk berjuang demi Persebaya.

Namun, mengalahkan Sriwijaya di Surabaya bukan pekerjaan mudah bagi Persebaya. Apalagi mereka harus menang dua gol. Tahun ini, dua tim tersebut tiga kali bertemu. Selain kalah 0-2 di Palembang pada second leg Piala Indonesia, tim asal Surabaya itu kalah di dua laga ISL. Yakni, kalah 1-2 di Palembang (26/1) dam malu di kandang 0-2 dalam laga tanpa penonton (10/2).

Meski selalu meraih hasil maksimal, pelatih Sriwijaya Rahmad Darmawan enggan meremehkan kekuatan Persebaya. (uan/c8/diq)

---

Perkiraan Pemain

Persebaya (3-5-2): 20-Syaifudin (pg); 5-Takatoshi Uchida, 33-Juan Marcelo Cirelli, 26-Djayusman Triasdi; 2-Mat Halil, 11-Taufiq, 3-Andik Vermansyah, 29-Wijay, 21-Supriyono; 31-Patricio Morales, 78-Andi Oddang

Pelatih: Rudy William Keltjes

Sriwijaya FC (4-4-2): 12-Ferry Rotinsulu (pg); 6-Tony Sucipto. 19-Ambrizal, 20-Precious Emuejeraye,; 14-Arif Suyono, 11-Ponaryo Astaman, 10-Zah Rahan Karangar, 7-Mohammad Nasuha, 9-Anoure Obiora Richard; 17-Keith Kayamba Gumbs, 23-Pavel Solomin

Pelatih: Rahmad Darmawan

PIALA INDONESIA

Minggu, 18 Juli 2010


ANTARA PLAYOFF DAN PIALA INDONESIA
 
 2 Sriwijaya FC v Persebaya 0

PALEMBANG - Persebaya pulang tanpa poin. Anak asuh Rudy William Keltjes tersebut tumbang 0-2 (0-1) oleh tuan rumah Sriwijaya FC pada pertandingan first leg Babak Delapan Besar Piala Indonesia 2010 di Gelora Sriwijaya, Jakabaring, Palembang, kemarin (16/7).

Dua gol Laskar Wong Kito -julukan Sriwijaya- disumbangkan Keith Kayamba pada menit ke- 15 dan Pavel Solomin pada menit ke-75. ''Padahal, harapan kami besar, yakni membawa pulang poin dalam laga tadi. Biar saat pertandingan kandang para pemain lebih semangat,'' ujar Rudy setelah pertandingan.

Menurut dia, mental pemain menjadi salah satu faktor kekalahan Green Force, julukan Persebaya. Selain masalah internal Persebaya yang kurang kondusif, para pemain harus lama menunggu dalam ketidakpastian.

''Saya kira, setelah Piala Dunia, tidak ada lagi pertandingan sepak bola di tanah air. Tapi, akibat lemahnya program PT LI (Liga Indonesia , Red), anak-anak yang menjadi korban,'' tegas pelatih berdarah Situbondo-Belanda itu.

Bahkan, menurut Rudy, akibat ketidakjelasan jadwal pertandingan tersebut, konsentrasi Persebaya saat ini berbeda dari tim-tim lain kontestan Piala Indonesia. ''Kami kesulitan menentukan fokus, apakah harus maksimal di Piala Indonesia atau harus menatap playoff. Sementara, ancaman pertandingan ulang melawan Persik Kediri terus membayangi kami,'' ucapnya.

Persebaya pantas menerima kekalahan itu. Koordinasi yang lemah antarpemain membuat mereka menjadi bulan-bulanan tuan rumah.

Tidak hanya itu, Persebaya malah kehilangan permainan cepat dan menyerangnya setelah mengandalkan formasi anyar 3-4-3. Patricio "Pato" Morales, Andi Oddang, dan Andik Vermansyah gagal menjalankan instruksi pelatih. Mereka sangat miskin peluang gol.

''Saya sudah melatih mereka dengan baik. Sayang, mereka kesulitan mengaplikasikan apa yang telah kami latih selama ini. Tapi, tidak apa-apa, kami masih memiliki satu kesempatan. Kami akan membalas kekalahan ini dengan permainan indah di Surabaya nanti,'' beber Rudy.

Sementara itu, pelatih Sriwijaya Rahmad Darmawan tidak mau besar kepala atas kemenangan yang diraih anak asuhnya. ''Yang pasti, Persebaya tadi bermain tanpa beban. Itu yang membuat kami kesulitan untuk mengembangkan permainan. Bahkan, kami terbawa tempo permainan mereka yang sengaja diperlambat,'' ungkapnya.

News

Selasa, 01 Juni 2010

MASALAH YANG DATANG TIBA-TIBA

PT LI Bingung Laga Persik v Persebaya

JAKARTA - Polemik mengenai ke­putusan Komisi Banding (Komding) PSSI yang mengabulkan ban­ding Persik Kediri dipastikan bakal berlarut-larut. PT Liga Indonesia (PT LI) yang diberi rekomendasi oleh komding untuk menggelar ulang pertandingan Persik melawan Persebaya terlihat kebingungan.

Minggu sore (30/5) CEO PT LI Joko Driyono berjanji, polemik putusan komding itu akan diputuskan Senin (31/5) atau kemarin. Tapi, ketika ditemui kemarin, Joko menyatakan bahwa otoritas yang dipimpinnya belum membuat keputusan apa pun. "Intinya, semua harap bersabar dulu," katanya.

Pria asal Ngawi itu menyatakan, saat ini PT LI berfokus menyiapkan pertandingan perang bintang dan penyerahan trofi juara kepada Arema Indonesia pada 6 Juni mendatang di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta. "Setelah perang bintang nanti, kami sampaikan langkah-langkah apa yang akan kami lakukan," sambungnya.

Dia mengungkapkan, selain berfokus menyiapkan partai perang bintang, ada penyebab lain yang membuat PT LI tidak bisa segera melakukan langkah terkait dengan putusan komding tersebut. "Ini masalah yang datang tiba-tiba dan sebelumnya kami tidak menyangka bakal terjadi," bebernya.

Meski sudah mengungkapkan beberapa opsi yang sangat mungkin ditempuh, Joko kembali menegaskan bahwa sampai saat ini belum ada skenario apa pun yang bakal ditempuh. Jadi, sejauh ini belum ada ke­pas­tian mengenai apa pun. "Biar saja ini menjadi diskusi yang brutal di media," selorohnya.

Sebagaimana diketahui, Kamis (27/5) setelah melakukan rapat, komding merekomendasikan pertandingan ulang antara Persik dan Persebaya. Versi Saleh Ismail Mukadar, manajer Persebaya, hal tersebut baru sebatas risalah rapat. ''Kami sudah mengecek ke komding, ternyata belum berupa SK (surat keputusan, Red), masih risalah rapat,'' tegasnya.

Meski demikian, dia menjelaskan bahwa pihaknya akan menuntut PT LI untuk mengesahkan kemenangan Persebaya atas Persik. Menurut rencana, hari ini Saleh bersama Kuasa Hukum Persebaya M. Sholeh akan menemui Joko di Jakarta.

''Kami menuntut PT LI untuk mengesahkan kemenangan WO kami. Kalau ternyata PT LI justru mengikuti pesanan komding, kami akan langsung memasukkan gugatan ke Pengadilan Negeri Jakarta,'' terang dia.

Sholeh menyatakan bahwa keputusan komding tersebut cacat hukum. Banding Persik tidak disertai dengan salinan keputusan komdis. ''Nah, salah satu poin dalam SK komdis tersebut menyatakan bahwa keputusan itu tidak bisa dibandingkan,'' jelas Sholeh.

Dia mengakui bahwa poin tersebut benar. Sebab, dalam Peraturan Organisasi PSSI Nomor 6 Tahun 2008 disebutkan bahwa sanksi denda kurang dari Rp 50 juta yang dikenakan pada klub tidak bisa dimohonkan banding.

Sholeh juga tak habis pikir dengan alasan komding yang mengabulkan sanksi Persik. Mereka berpendapat bahwa Persik gagal menggelar pertandingan karena faktor di luar kekuasaan panpel.

Sebagaimana diketahui, panpel Persik berkewajiban menggelar pertandingan home melawan Persebaya pada 29 April lalu. Tapi, panpel mereka gagal menyelenggarakan pertandingan karena tidak mendapat izin dari kepolisian. Bahkan, ikhtiar panpel untuk menggelar pertandingan di Jogjakarta juga gagal karena tidak mendapat izin dari kepolisian. Karena dianggap gagal menggelar pertandingan, Komdis PSSI menjatuhkan sanksi kalah WO 0-3 plus denda Rp 25 juta.

News

PERSEBAYA SESALKAN KEPUTUSAN KOMDING PSSI

Persebaya mengaku kecewa dengan keputusan Komding PSSI yang mengabulkan banding Persik Kediri. Namun Bajul Ijo masih belum menentukan sikap karena belum menerima surat keputusan resmi.

"Sampai saat ini kami belum menerima keputusan apapun selain keputusan Komdis PSSI. Jelas dinyatakan di sana kalau keputusan ini tidak bisa dibanding," kata Cholid Goromah, asisten manajer Persebaya.

Komdis PSSI telah menyatakan Persik kalah WO karena gagal menyelenggarakan duel lawan Persebaya, 29 April 2010. Dengan demikian, Bajul Ijo secara otomatis mendapat tambahan tiga angka tanpa perlu mengeluarkan keringat.

Belakangan keputusan ini dianulir oleh Komding PSSI. Ketua Komding, Rusdy Taher kepada wartawan mengatakan kalau menerima banding Persik. Rusdy juga merekomendasikan agar PT Liga Indonesia segera menetapkan jadwal baru bagi duel Persik vs Persebaya.

"Kami masih menunggu surat dari Komding PSSI. Setelah itu kami baru akan menggelar rapat untuk menentukan sikap," kata Cholid.

"Jelas ini merupakan keputusan yang tidak masuk akal dan hanya skenario untuk menghancurkan Persebaya. Sasarannya jelas hanya satu, yakni Saleh Mukadar," lanjutnya.

Saleh Mukadar adalah ketua umum yang merangkap sebagai manajer Persebaya. Anggota DPRD Surabaya itu belakangan ini gencar mengkritik PSSI. Saleh juga sangat kritis saat mengikuti Kongres Sepakbola Nasional (KSN) di Malang beberapa waktu lalu.

"Kami sendiri masih bingung harus mengadu kepada siapa. Siapalagi yang ada di atas PSSI? Apakah KONI dan Menpora bisa mengatasi masalah ini?" Janganlah urusan pribadi dicampuradukkan dengan organisasi kata Cholid.

"Kami akan mengundang seluruh elemen suporter yang ada di Surabaya untuk membicarakan hal ini. Biarkan mereka tahu seperti apa duduk perkaranya,"pungkasnya.
Keputusan Komding PSSI telah membuat Persebaya kini terancam degradasi. Dengan koleksi 36 poin dari 33 laga, Bajul Ijo saat ini berada di peringkat 16 dengan 36 poin dari 33 laga.
Padahal tanpa keputusan ini, Persebaya harusnya mampu berada di zona playoff menggusur Pelita Jaya. Kedua memiliki poin yang sama, yakni 39 poin namun Persebaya unggul agregat gol.

Sejarah Klub

Selasa, 27 April 2010

C
ikal-bakal Persebaya Surabaya telah lama berdiri jauh sebelum merdekanya Indonesia. Pertama berdiri dengan nama Soerabhaiasche Indonesische Voetbal Bond (SIVB) atau Serikat Sepak Bola Surabaya-Indonesia pada tanggal 18 Juni 1927, tim sepak bola bentukan sekawan Paijo dan M. Pamoedji ini ialah salah satu tim tertua di Indonesia.

Dalam perjalanannya, SIVB juga turut mempunyai andil dalam pendirian Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) pada tahun 1930 bersama Bandoeng Inlandsche Voetbal Bond (Persib Bandung), Voetbalbond Indonesische Jacatra (Persija Jakarta), MVB Madiun, PSIM Yogyakarta, MIVB Magelang serta VVB Solo (Persis Solo) dalam pertemuan yang diselenggarakan di Societeit Hadiprojo Yogyakarta.
Setahun setelah pertemuan tersebut kompetisi Perserikatan mulai digulirkan. SIVB yang skuadnya sebagian besar terdiri dari pemain pribumi dan segelintir pemain keturunan Tiong Hoa ini pun sedikit demi sedikit mulai mengukir prestasi dan berhasil menembus final kompetisi Perserikatan pada tahun 1938, meski akhirnya tumbang oleh VIJ Jakarta.
Setahun sebelum berganti nama menjadi Persibaja (Persatuan Sepak Bola Indonesia Surabaja) pada tahun 1943, SIVB kembali menyematkan nama dalam pertandingan final kompetisi Perserikatan  sebelum akhirnya dipaksa mengakui ketangguhan Persis Solo. Tercatat, pada era kepemimpinan Dr. Soewandi ini Persibaja kemudian berhasil meraih tampuk juara selama tiga tahun berturut-turut pada tahun 1950, 1951 dan 1952.
Seiring raihan gemilangnya di zaman Perserikatan, Persibaja kembali mengubah namanya menjadiPersebaya (Persatuan Sepak Bola Surabaya) pada tahun 1960. Pada dekade ini pula Persebaya memastikan identitasnya sebagai raksasa sepak bola Indonesia, bersanding dengan PSMS Medan, Persib Bandung, PSM Makassar serta Persija Jakarta.
Tim klasik kebanggaan Arek Suroboyo ini selanjutnya kembali menjadi kampiun kompetisi pada tahun 1978 dan 1988, serta tujuh kali berpredikat runner-up pada tahun 1965, 1967, 1971, 1973, 1977, 1987 dan 1990.
Dunia persepakbolaan di Indonesia semakin panas dan kompetitif ketika pada tahun 1994 PSSI memutuskan untuk menggabungkan tim-tim yang ada di bawah bendera kompetisi Perserikatan dan Galatama dalam ajang tunggal Liga Indonesia. Alhasil, tiga tahun berikutnya Persebaya kembali mengukuhkan diri dengan menjuarai Liga Indonesia.
Prestasi gemilang terus terjaga ketika PSSI menyatukan klub Perserikatan dan Galatama dalam kompetisi bertajuk Liga Indonesia sejak 1994. Persebaya merebut gelar juara Liga Indonesia pada tahun 1997. Bahkan Persebaya berhasil mencetak sejarah sebagai tim pertama yang dua kali menjadi juara Liga Indonesia ketika pada tahun 2005 Green Force kembali merebut gelar juara.
Kendati berpredikat sebagai tim klasik sarat gelar juara, Green Force juga sempat merasakan pahitnya terdegradasi pada tahun 2002 lalu. Pil pahit yang langsung ditebus dengan gelar gelar juara Divisi I dan Divisi Utama pada dua musim selanjutnya.

Sura Kembali Kasta, Baya Kembali Buas

T
ahun 2012 dan 2013 ialah masa pembuktian yang luar biasa berat bagi Persebaya karena harus melakoni kompetisi Divisi Utama dengan jumlah pemain yang sedikit dan fasilitas yang masih dalam pengembangan.

Namun hal ini tidak bisa meredam langkah pasti anak-anak Persebaya untuk mempersembahkan gelar Juara Divisi Utama 2012/2013 yang sekaligus menjadi jaminan diri belum habis sebagai tim sepakbola kesayangan Surabaya.
Dengan masuknya Persebaya ke ISL musim 2014, dan dibentuknya manajemen baru yang terdiri dari sosok-sosok berkualitas pada bidang masing-masing Persebaya merombak habis komponen teknis dan membangun pondasi baru dengan didatangkannya pemain-pemain yang memang layak menjadi punggawa Persebaya.
Melihat kesempatan dan potensi Persebaya kembali ke jalur tim raksasa, banyak pihak mulai merapat dan menawarkan kerjasamanya untuk mengambil alih tampuk juara ISL 2014.

Raihan Prestasi & Trophy
Era Perserikatan
1938 – Runner-up, kalah dari VIJ Jakarta
1942 – Runner-up, kalah dari Persis Solo
1950 – Juara, menang atas Persib Bandung
1951 – Juara, menang atas Persija Jakarta
1952 – Juara, menang atas Persija Jakarta
1965 – Runner-up, kalah dari PSM Ujungpandang (sekarang PSM Makassar)
1967 – Runner-up, kalah dari PSMS Medan
1971 – Runner-up, kalah dari PSMS Medan
1973 – Runner-up, kalah dari Persija Jakarta
1977 – Runner-up, kalah dari Persija Jakarta
1978 – Juara, menang atas PSMS Medan
1981 – Runner-up, kalah dari Persiraja Banda Aceh
1987 – Runner-up, kalah dari PSIS Semarang
1988 – Juara, menang atas Persija Jakarta
1990 – Runner-up, kalah dari Persib Bandung
Liga Indonesia
1994/1995 – Posisi ke-9, Wilayah Timur
1995/1996 – Posisi ke-7, Wilayah Timur
1996/1997 – Juara, di final mengalahkan Bandung Raya
1997/1998 – dihentikan
1998/1999 – Runner-up
1999/2000 – Posisi ke-6, Wilayah Timur
2002 – Degradasi ke Divisi Satu
2003 – Juara Divisi Satu, Promosi ke Divisi Utama
2004 – Juara, mengalahkan Persija Jakarta
2005 – Mundur dalam babak 8 besar (terkena skorsing degradasi ke Divisi I)
2006 – Juara Divisi Satu, Promosi ke Divisi Utama
2007 – Posisi ke-14, Wilayah Timur (Tidak lolos ke Super Liga)
2008 – Peringkat ke-4. Lolos ke ISL
Liga Super Indonesia (ISL)
2009 – Degradasi ke Divisi Utama
2013 – Juara Divisi Utama, Promosi ke ISL 2014
Liga Champions Asia
1998 – Babak pertama (masih bernama Piala Champions Asia)
2005 – Babak pertama
Permai Cup/Unity Cup
2011 – Juara Unity Cup, Mengalahkan Kelantan FA Malaysia 4-3 (1-1 dan 3-2)

Profil Team

Jumat, 23 April 2010

 Profil Persebaya ISL 

Nama Team : PERSEBAYA SURABAYA
Julukan : BAJUL IJO, GREEN FORCE
Berdiri : 18 Juni 1927
Home Base : Jl. Jaksa Agung Suprapto No. 21 Surabaya
Telepon : ( 031 ) 5454777
Faks : ( 031 ) 5964153
Stadion :  Gelora Bung Tomo, Surabaya
Supporter : Bonekmania



Presiden Klub
Diar_Kusuma_Putra
Diar Kusuma Putra
Menjabat sebagai Presiden Klub Persebaya Surabaya sekaligus pemilik PT. Mitra Muda Inti Berlian, perusahaan yang mengelola keseluruhan manajemen dan pemain tim Kota Pahlawan. Dibawah kepemimpinannya, Persebaya dipastikan mampu kembali berprestasi dalam kancah persepakbolaan nasional.
Sekretaris Klub
Sefdin_Syaifudin
Sefdin Syaifudin
Pernah lama menjadi tonggak pimpinan pada Harian Umum Duta-Masyarakat Surabaya, pria yang mempunyai kumis lebat dan seringkali ditemui memakai kacamata hitam ini sekarang memegang jabatan sebagai sekretaris klub Green Force.
Wakil Sekretaris
unknown_avatar
Rahmad Sumanjaya
Rahmad Sumanjaya menduduki kursi sebagai wakil sekretaris klub pada era manajemen baru ini.
Manajer Tim
bambang_pramukantoro
Bambang Pramukantoro
Sebagai manajer tim Persebaya Surabaya, Bambang Pramukantoro bukan pemain baru di dunia persepakbolaan Indonesia. Tahun 2011 ia menjabat sebagai Bendahara Umum PSSI Jatim. Karirnya pun kemudian berlanjut sebagai manajer tim sepak bola Jawa Timur pada gelaran PON XVIII di Riau 2012. Kini, ia siap mengangkat Persebaya Surabaya kembali ke jalur juara.
Wakil Manajer
unknown_avatar
Amran Ali
Dalam manajemen Persebaya Surabaya, Amran Said Ali berperan sebagai wakil manajer tim. Bersama manajer Bambang Pramukantoro, Bonek mengharapkan duet ini bisa kembali mengharumkan nama Persebaya Surabaya.
Manajer Keuangan
unknown_avatar
Cahyo Yudho Kuncoro
Pria yang pernah menjabat sebagai Ketua IV PSSI Provinsi Jawa Timur ini, kini menduduki kursi manajer keuangan dalam manajemen Persebaya Surabaya.
Manajer Operasional
Tino_Sidabutar
Tino Sidabutar
Dalam barisan dan wajah baru manajemen pimpinan Diar Kusuma, Tino Sidabutar menjabat sebagai manajer operasional. Pria yang juga berandil besar dalam pembentukan cabang Sekolah Sepak Bola Arsenal di Surabaya ini berkomitmen bersama seluruh jajaran manajemen untuk mengerahkan kemampuan dan membawa Persebaya ke prestasi puncak.