PIALA INDONESIA
Minggu, 18 Juli 2010
ANTARA PLAYOFF DAN PIALA INDONESIA
2 Sriwijaya FC v Persebaya 0
PALEMBANG - Persebaya pulang tanpa poin. Anak asuh Rudy William Keltjes tersebut tumbang 0-2 (0-1) oleh tuan rumah Sriwijaya FC pada pertandingan first leg Babak Delapan Besar Piala Indonesia 2010 di Gelora Sriwijaya, Jakabaring, Palembang, kemarin (16/7).
Dua gol Laskar Wong Kito -julukan Sriwijaya- disumbangkan Keith Kayamba pada menit ke- 15 dan Pavel Solomin pada menit ke-75. ''Padahal, harapan kami besar, yakni membawa pulang poin dalam laga tadi. Biar saat pertandingan kandang para pemain lebih semangat,'' ujar Rudy setelah pertandingan.
Menurut dia, mental pemain menjadi salah satu faktor kekalahan Green Force, julukan Persebaya. Selain masalah internal Persebaya yang kurang kondusif, para pemain harus lama menunggu dalam ketidakpastian.
''Saya kira, setelah Piala Dunia, tidak ada lagi pertandingan sepak bola di tanah air. Tapi, akibat lemahnya program PT LI (Liga Indonesia , Red), anak-anak yang menjadi korban,'' tegas pelatih berdarah Situbondo-Belanda itu.
Bahkan, menurut Rudy, akibat ketidakjelasan jadwal pertandingan tersebut, konsentrasi Persebaya saat ini berbeda dari tim-tim lain kontestan Piala Indonesia. ''Kami kesulitan menentukan fokus, apakah harus maksimal di Piala Indonesia atau harus menatap playoff. Sementara, ancaman pertandingan ulang melawan Persik Kediri terus membayangi kami,'' ucapnya.
Persebaya pantas menerima kekalahan itu. Koordinasi yang lemah antarpemain membuat mereka menjadi bulan-bulanan tuan rumah.
Tidak hanya itu, Persebaya malah kehilangan permainan cepat dan menyerangnya setelah mengandalkan formasi anyar 3-4-3. Patricio "Pato" Morales, Andi Oddang, dan Andik Vermansyah gagal menjalankan instruksi pelatih. Mereka sangat miskin peluang gol.
''Saya sudah melatih mereka dengan baik. Sayang, mereka kesulitan mengaplikasikan apa yang telah kami latih selama ini. Tapi, tidak apa-apa, kami masih memiliki satu kesempatan. Kami akan membalas kekalahan ini dengan permainan indah di Surabaya nanti,'' beber Rudy.
Sementara itu, pelatih Sriwijaya Rahmad Darmawan tidak mau besar kepala atas kemenangan yang diraih anak asuhnya. ''Yang pasti, Persebaya tadi bermain tanpa beban. Itu yang membuat kami kesulitan untuk mengembangkan permainan. Bahkan, kami terbawa tempo permainan mereka yang sengaja diperlambat,'' ungkapnya.
Thank you for visited me, Have a question ? Contact on : youremail@gmail.com.
Please leave your comment below. Thank you and hope you enjoyed...
Please leave your comment below. Thank you and hope you enjoyed...
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar