T
erjawab sudah tanda tanya dan keprihatinan warga Surabaya tentang pengganti Stadion Gelora 10 Nopember. Minimnya fasilitas olahraga di Kota Pahlawan pun telah mendapatkan solusi dan harapan baru. Hal ini terwujud bersama rampungnya proyek pembangunan Surabaya Sport Complex (SSC) yang digalang oleh Pemkot Surabaya.
Di dalam kompleks tersebut, Stadion Gelora Bung Tomo yang merupakan core dari keseluruhan SSC telah resmi dibuka pada tanggal 6 Agustus 2010. Megah berdiri di Benowo, Barat kota Surabaya. SSC sendiri hingga saat ini tercatat sebagai salah satu sarana olahraga terkomplit di Indonesia.
Dibangun di lahan seluas 100 ha di Kecamatan Pakal, Stadion berkapasitas lebih dari 50.000 kursi penonton yang juga markas baru Persebaya Surabaya ini merupakan satu dari beberapa stadion sepak bola terbaik di Indonesia. Gelora Bung Tomo dilengkapi dengan bangunan dan fasilitas pendukung seperti stadion indoor berkapasitas 10.000 kursi untuk jenis olahraga atletik, akuatik serta tenis.
Kompleks Olahraga yang Komplit
Bangunan penunjang lain yang juga ikut hadir dalam kompleks ini ialah sub-terminal, asrama atlit, area komersial, aula serbaguna juga apartemen. Sebagai sarana ibadah, masjid yang diyakini sanggup menampung 850 orang pun telah terselesaikan. Selain itu penambahan sirkuit balap juga akan segera terealisasi.
Singkatnya, kini Surabaya telah memiliki stadion terpadu yang sanggup bersaing dalam skala internasional. Sebagai syarat untuk memenuhi standar FIFA, Gelora Bung Tomo pun ditunjang dengan berbagai faktor teknis lapangan bertaraf
internasional.
Keseluruhan luas stadion mengambil bentuk oval dengan total 278 m x 207 m. Lapangannya sendiri berukuran 105 m x 68 m dengan dikelilingi oleh lintasan atletik 8 jalur, yang juga bisa dimanfaatkan untuk lempar lembing, loncat jauh, lari rintang, lompat galah dan tolak peluru. Terlebih jauh sebagai jaminan kualitas, rumput berjenis Pultiva Hani’l Evergreen telah diimpor dan dipasang dengan sistem folding.
Penonton Menjadi Prioritas Utama
Berbekal pengalaman puluhan tahun berkandang di Gelora 10 Nopember, pembangunan Gelora Bung Tomo pun dibarengi dengan komitmen lebih baik. Fasilitas penonton menjadi fokus utama pengerjaan. Tribun, meski tetap mengandalkan konsep yang sama yaitu ekonomi, VIP dan VVIP namun telah mengalami peningkatan dengan menempatkan toilet yang mudah dijangkau dari setiap lantai tribun ekonomi dan adanya area konsumsi seperti kantin dan restoran.
Untuk VIP, Gelora Bung Tomo menyediakan tempat duduk yang lebih nyaman dan jarak pandang yang memudahkan penonton mengamati jalannya pertandingan. Penonton dengan tiket VIP juga dimanjakan dengan adanya toilet dan kafe di lantai yang sama.
Sedangkan VVIP yang hanya berkuota 130 tiket mendapatkan ruangan bersofa yang sama sekali terpisah dengan penonton lain. Untuk kenyamanan berlebih, ruangan ini dilengkapi dengan interkom yang langsung terhubung dengan pelayan jika ingin memesan makanan dan minuman.
Stadion yang pengerjaannya dimulai pada tahun 2007 ini selain direalisasikan sebagai pengganti Stadion Gelora 10 Nopember yang kini defunct, juga bertujuan sebagai wujud nyata Surabaya untuk kembali meraih predikat kota penghasil atlit berprestasi.
Dan bersama selesainya proyek pembangunan SSC, bukan tidak mungkin Surabaya dan Jawa Timur pada umumnya, mengulang raihan prestasi seperti pada tahun 2008 dalam Pekan Olahraga Nasional ke XVII yang diadakan di Samarinda, Kalimantan Timur.
Pemekaran Lahan Bisnis dan Komersial
Dengan adanya Stadion Gelora Bung Tomo pula, kondisi sosial di daerah Benowo dan Kecamatan Pakal pun mulai semarak.
Niat Pemkot Surabaya yang ingin mengalihkan kepadatan pusat kota ke kawasan rural pun terlaksana seiring tumbuhnya taraf kehidupan warga sekitar dan mulai ramainya lahan bisnis dan komersial.
Bagi Persebaya Surabaya sendiri, Stadion Gelora Bung Tomo menjadi kandang yang tak kalah luar biasa dari Stadion legendaris 10 Nopember dan merupakan bekal yang cukup untuk sekali lagi memperbanyak pundi prestasi dalam kancah sepak bola nasional.